ESQ Menerima Sertifikat MUI, Apa Kata Ulama?

ESQ Menerima Sertifikat MUI, Apa Kata Ulama?

 
Joko Santoso

ESQ Leadership Center menerima Sertifikat Kesesuaian Syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Peresmian terbitnya sertifikat tersebut disampaikan dalam jumpa pers Senin, 7 Februari 2011 di Ruang Gibraltar Menara 165 Jl. TB Simatupang Kav 1, Cilandak Timur, Jakarta Selatan. Acara dihadiri sekitar 100 orang, sebagian di antaranya adalah perwakilan dari 23 media cetak dan elektronik.

Dengan adanya sertifikat tersebut maka pelatihan serta buku ESQ dinyatakan sesuai dengan syariah, dan tidak mengandung unsur menyesatkan. Sertifikat tersebut disahkan oleh KH. Ma’ruf Amin selaku Ketua MUI dan Drs.H.M.Ichwan Sam selaku Sekretaris Jenderal pada Selasa, 25 Januari 2011 di kantor MUI.

Berikut komentar para ulama dan tokoh nasional:

KH. Amidhan, Ketua MUI:

Bagaimana pun ESQ sudah berkembang sedemikian rupa dan alumninya sudah lebih dari satu juta orang. Atas dasar tersebut ada fatwa (menyimpang) dari satu Mufti Negara bagian yaitu Kuala Lumpur yang menjalar hingga Indonesia. Sertifikat itu sendiri merupakan fatwa tertulis dari MUI, dengan itu isu ESQ menyimpang kita anggap telah selesai.

Drs. HM Ichwan Sam, Sekjen MUI:

ESQ bukan aliran atau paham keagamaan, tetapi merupakan lembaga pelatihan yang mengangkat ajaran Islam untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar berakhlak mulia.
Tidak ada yang salah dari ESQ LC, yang salah adalah pemahaman karena terjadinya proses komunikasi yang tidak tepat. Hal-hal yang demikian inilah yang kemudian kami pahami sebagai sesuatu yang harus diberikan dampingan dengan cara-cara yang benar.

ESQ telah menyebarkan ‘virusnya’ ke berbagai penjuru, termasuk ke dalam MUI. Virus itu alhamdulillah mendatangkan kebaikan, virus yang telah memberikan semangat hidup untuk peduli kepada manajemen yang baik dengan disinari oleh bimbingan dan tuntunan oleh Allah SWT.

MUI sangat bangga dan ingin terus mendampingi agar kelak dikemudian hari ESQ bisa memberikan jejak-jejak pengabdiannya secara lebih luas dan banyak lagi. Kami berharap ke depan tidak lagi disalah pahami oleh masyarakat baik di dalam negeri maupun di luar negeri dan kita berharap silahturahmi ini bisa menjadi sebuah upaya yang baik. Mudah-mudahan pertemuan ini bisa menjadi pertemuan yang diberkati dan perpisahan ini menjadi perpisahan yang menumbuhkan persahabatan silahturahmi yang lebih baik.

Prof. Utang Ranuwiharja, Ketua Komisi Kajian MUI:

Ini saya sebut dengan lahirnya kembali ESQ. Dulu ESQ tanpa sertifikasi, sekarang ESQ sudah dengan sertifikasi. Mudah-mudahan dengan ini jauh lebih maju, lebih berkarakter, dan bisa membangun karakter bangsa bukan hanya untuk Indonesia tapi juga dunia.

Sugiharto, Ketua Presidium ICMI:

Saya bersyukur akhirnya ESQ sudah sesuai dengan syariah. Hal ini menepis keragu-raguan banyak pihak tentang program-program ESQ selama ini. Selaku Ketua Dewan Kehormatan Forum Komunikasi Alumni, saya melihat ini sebuah tanda dari Allah bahwa perjalanan kita ke depan optimis akan selalu dikawal oleh Allah.

Dengan adanya ini mudah-mudahan pertumbuhannya akan lebih fenomenal baik kuantitas, kualitas, maupun kurikulumnya ke depan bisa lebih menyentuh lagi.

Prof. Dr. Ing Ilham Habibie, Ketua Presidium ICMI:

Saya mengucapkan selamat atas terbitnya sertifikat kesesuaian syariah kepada ESQ yang selama ini sebagai sebuah provider pelatihan character building. Saya hadir di sini karena concern dan mendukung ESQ. Dengan satu juta alumni ESQ cukup signifikan dan dampaknya akan cukup besar. Semoga kedepan terus bisa berkembang dan terus memperjuangkan pembangunan moral dan karakter bangsa.

Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, Dewan Penasihat Syariah ESQ:

Sudah begitu gamblang, karena ini hasil penelitian pengkajian mendalam dari berbagai aspek argumentasi syariah dilihat dari Al Quran dan Hadis. Penjelasan ini dapat lebih meyakinkan, apa yang dilakukan ESQ sesuatu yang sangat penting, berharga dan memiliki tujuan mulia. Dengan demikian ESQ perlu mendapat dukungan dari kita semua. Klarifikasi ini tidak emosional tapi sangat rasional.

AM Fatwa, Wakil Ketua Dewan Kehormatan FKA ESQ:

Dengan dikeluarkannya sertifikat ini telah mengakhiri secara tuntas prasangka yang tidak proporsional khususnya dari saudara-saudara kita di Malaysia. Saya kira ulama-ulama di Indonesia sangat luas dan dalam mencermati hal tersebut.

Saya pernah ikut serta di MUI dalam bidang Ukhuwah Islamiyah, sejak terbentuknya Majelis Ulama Indonesia, dan saya salah seorang pendiri MUI DKI Jakarta. Sampai sekarang saya masih menjadi dewan penasihat MUI DKI dan juga wakil ketua dewan kehormatan ESQ.

Setelah ada pertemuan formal dan pembahasan di Majelis Fatwa, sebenarnya Majelis Ulama telah mencermati ESQ. Karena sebagian tokoh dari MUI telah mengikuti pelatihan ESQ termasuk saya. Sertifikat ini telah menuntuskan hal yang tidak semestinya dan sudah proporsional.

Datuk Hasbullah, Anggota Panel Syariah ESQ Malaysia, Mantan Mufti Kedah, Malaysia:

Kajian oleh MUI telah selesai, oleh karena itu kami berpuas hati dengan dikeluarkannya sertifikat itu. Saya datang dari Malaysia untuk menyaksikan sendiri agar mendapatkan kabar yang jelas. Sebagai dewan syariah ESQ di Malaysia saya akan berusaha meyakinkan kembali para pihak muslim dan muslimat di Malaysia apa yang dilakukan ESQ tidak ada yang merusak akidah.

Apa yang saya rasakan selama mengikuti ESQ berpuluh-puluh kali, menurut saya ESQ tidak ada hal yang dapat merusak akidah atau syariah. Bahkan ESQ menambah keyakinan dan kekuatan untuk kembali pada ajaran Islam serta membantu orang-orang yang tidak memahami Islam.

Sebenarnya hanya satu Mufti dari 14 Mufti yang ada di Malaysia. Apalagi Mufti itu tidak pernah mengikuti dan menghadari pelatihan ESQ. Mufti tersebut juga tidak memberikan peluang kepada ESQ untuk berdialog dan berbincang.

Dari puluhan ribu orang yang telah mengikuti ESQ tidak ada yang menyatakan keluar dari akidah, bahkan sebagian Mufti juga telah mengikuti training ESQ ini. Menurut panel syariah, dalam kondisi saat ini ESQ satu-satunya training yang dapat mengembalikan kita untuk kembali beribadah kepada Allah, khususnya untuk para pemuda di Malaysia.•

salam 165



RANTING TERBAIK

Ranting Terbaik

 

Dalam sebuah kegiatan petualangan hutan, seorang instruktur Pencinta Alam memerintahkan kepada anggotanya untuk masuk ke hutan dan mencari ranting terbaik. Syaratnya ranting tidak boleh dipatahkan dari pohon tetapi harus yang sudah jatuh ke tanah. Syarat kedua, jika mereka sudah memegang satu ranting maka itu adalah pilihannya tidak boleh diganti. Syarat ketiga, setelah pluit tanda lomba berakhir ditiup maka semua harus diam dan tidak melakukan aktivitas. Pluit bisa ditiup kapan saja tergantung instruktur.

 

Tentu saja semua ingin mendapat hadiah yang menarik tersebut.Setelah waktu di mulai masuklah seluruh anggota pencinta alam ke dalam hutan.

Awalnya semua bersemangat untuk menemukan ranting yang terbaik. Akan tetapi, setiap kali mereka menemukan ranting yang terbaik, mereka tidak berani memegang karena takut ada lagi ranting lain yang lebih baik. Apalagi persaingan sangat ketat dan semua ingin menemukan ranting terbaik dibanding pesaingnya. Setiap kali mereka menemukan ranting yang lebih baik, mereka selalu melihat ranting lain yang lebih baik. Maka mereka bergerak dan bergerak mencari lagi ranting lain yang mungkin lebih baik.

Di hutan itu banyak sekali ranting yang sudah berjatuhan di tanah, sehingga agak sulit menemukan ranting yang terbaik.

Setelah sekian lama, setiap anggota sudah punya banyak pilihan alternatif ranting terbaik, tapi belum berani memegang karena takut ada yang lebih baik lagi. Mereka sibuk mengingat di mana saja alternatif ranting yang akan mereka pilih.

Sebagai hadiah, yang mendapatkan ranting terbaik akan mendapat perjalanan petualangan ke Alpen secara gratis bersama pendaki profesional dari seluruh dunia.

 

Tiba-tiba…prrriiiittttt.

Tanda lomba sudah berakhir.

Sebagaimana perjanjian, semua harus diam.

Lalu instruktur melihat satu persatu anggota yang mengikuti lomba.

 

Diperhatikannya satu persatu untuk membandingkan ranting siapa yang lebih baik dari yang lainnya.Ternyata, tidak ada satupun dari anggota yang memegang ranting. Semua terlalu sibuk mencari yang lebih baik, dan lebih baik lagi sampai akhirnya ketika waktu berakhir mereka belum memutuskan ranting yang mana.Tahukah siapa mereka?

Mereka mewakili sebagian besar kita.

Kadang kala karena terlalu berharap akan peluang besar kita mengabaikan banyak peluang yang ada di depan kita.

 

Ada sarjana yang melamar kerja di mana-mana, menanti pekerjaaan yang terbaik yang sesuai dengan bidang studinya.

Tapi tanpa sadar ia sudah menganggur selama puluhan tahun.

Padahal banyak peluang di depan mata yang dilewatkannya.

Lagipula sambil menunggu peluang terbaik, kita bisa saja mencoba peluang-peluang lain.

Ada juga jomblo yang menunggu calon terbaik, tanpa sadar menjomblo sampai bertahun-tahun. Kadang ada yang menjomblo karena terlalu banyak calon sampai tidak tahu lagi mana yang terbaik, kadang karena yang muncul tidak sesuai dengan kriteria. Saya berdoa semoga segera mendapatkan yang terbaik untuk mereka.

Ada juga yang menunggu peluang bisnis. Begitu lama menunggu sampai mengabaikan banyak peluang yang lewat di depan mata.

Masalahnya kita tidak tahu kapan pluit masa akhir hidup kita akan ditiup.

 

Ajal bisa menjemput kapan saja, apakah kita memilih untuk segera beraksi dan berbuat dengan apa yang ada, sambil menunggu kesempatan yang ideal, atau hanya menunggu dan menunggu peluang yang dianggap terbaik, sambil bertaruh dan berpacu waktu dengan berama lama kita masih punya jatah hidup di dunia ini.Itu semua pilihan Anda!

No Excuse, karena peluang selalu ada!

 

By : Muhammad Idi Kurnianto pada 17 Januari 2011 jam 4:27

Jangan Bersedih Dan Berputus Asa

Jangan bersedih dan berputus asa

 by inotcom in Inspirasi islami
Tag:

Jangan bersedih dan berputus asa – Setiap individu baik remaja, dewasa atau orang tua, sudah semestinya pernah menghadapi masalah dalam hidup. Kata orang hidup tanpa masalah bukan hidup namanya. Berlegar dari masalah yang paling besar hinggalah masalah yang paling kecil, semuanya tetap dinamakan masalah. Cuma masalah yang dihadapi oleh seseorang itu berbeda. Bagaimana cara untuk mengatasinya juga adalah juga satu masalah. Namun hakikatnya setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Biasanya sebelum masalah itu selesai kita akan berasa sangat tertekan, hampir putus asa kerana tidak tahan menghadapinya.

Antara masalah yang wujud di persekitaran kita ialah masalah kemiskinan, kehilangan orang tersayang, masalah cinta, pertengkaran dengan ibu bapa, corot dalam peperiksaan serta beribu-ribu masalah lagi. Masalah juga boleh menyumbang kepada masalah yang lain, contohnya masalah remaja yang tidak tahan dengan leteran ibu bapanya boleh membawa remaja itu kepada masalah lepak, pergaulan bebas, dirogol, diculik dan juga mungkin dibunuh. Masalah yang kecil apabila tidak ditangani dengan baik boleh membawa kepada mudarat yang amat besar.

Setiap hari kita tidak akan terlepas dilanda dengan masalah, sekiranya bukan kita yang bermasalah, orang lain pula yang mendatangkan masalah. Oleh itu kita perlu bersedia menghadapi permasalahan tersebut dan cuba mencari kaedah untuk mengatasinya. Mari kita renung sejenak apa sebenarnya maksud setiap masalah itu, kaedah untuk mengatasinya serta panduan menghadapi masalah dengan tenang.

UJIAN IMAN

Masalah sebenarnya adalah ujian Allah kepada kita untuk mengukur sejauh mana tahap keimanan dan ketakwaan kita terhadap-Nya. Sebab sebagai manusia kita sering terlupa serta lalai dengan tanggungjawab kita sebagai hamba Allah apabila hidup kita sentiasa dilimpahi kesenangan dan kemewahan. Lebih-lebih lagi ketika usia remaja, hidup penuh dengan keseronokan dan sentiasa ingin mencoba sesuatu yang baru walaupun perkara itu jelas haram di sisi agama dan menyalahi undang-undang dunia, contohnya mengambil narkoba dan hanyut dengan maksiat, dengan adanya ujian seperti ini, ia akan kembali mengingati apakah hidup kita selama ini mengikuti peraturan atau landasan yang telah ditetapkan oleh Allah ataupun telah jauh menyimpang.

Setiap masalah, kesukaran, kesakitan dan apa jua yang menyiksa jiwa adalah merupakan ujian dari Allah untuk menguji sejauh mana iman kita. Iman perlu kepada ujian. Ini jelas sebagaimana maksud firman Allah :

“Adakah manusia itu menyangka bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta.” (Al-Ankabut: 2 – 3)

DARJAT DI SISI ALLAH

Ujian atau cobaa yang datang adalah dari Allah, sama ada ujian itu sebagai ‘kifarah’ dosa yang telah kita lakukan atau untuk mengangkat darjat kita di sisi-Nya. Allah juga tidak memberikan cobaan kepada hamba-hamba-Nya tanpa mengambil kira kesanggupannya atau keupayaan mereka untuk menghadapinya, ujian dan dugaan yang diturunkan Allah kepada hambanya adalah seiring dengan keupayaan individu itu untuk menyelesaikan masalahnya. Ini bersesuaian dengan firman Allah yang bermaksud:

“Allah tidak membebankan seseorang melainkan dengan kesanggupannya”. (Al-Baqarah: 286)

Oleh itu sekiranya kita berhadapan dengan masalah, cobalah tenangkan hati, bersabar dan tetapkan dalam pikiran bahwa kita sedang diuji oleh Allah, orang yang melepasi ujian itu adalah orang yang berjaya dan mendapat kedudukan yang mulia di sisi Allah.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan Syurga untuk mereka.” (At-Taubah: 111)

CARA MENGATASI MASALAH

1. Sandarkan Harapan Pada Allah

Setiap ujian yang datang sebenarnya mempunyai banyak hikmah di sebaliknya. Yakinlah bahawa setiap kesusahan yang kita tempuhi pasti akan diganti dengan kesenangan. Ini bersesuaian dengan firman Allah dalam surah Al-Insyirah ayat 1-8 yang antara lain maksudnya “ …Sesungguhnya selepas kesulitan itu pasti ada kemudahan….”

“Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakal.” (At-Taubah: 129)

2. Minta Pertolongan Dari Allah

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan yang sabar dan dengan mengerjakan solat; dan sesungguhnya solat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk.” (Al-Baqarah: 45)

3. Jangan Sedih dan Kecewa

“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali-Imran:139)

Yakinlah dengan janji Allah itu dan jangan cepat putus asa dengan masalah yang dihadapi sebaliknya tingkatkan usaha dan kuatkan semangat untuk mengatasinya, lihat maksud firman Allah di bawah:

“ …dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir” (Yusuf : 12)

4. Luapkan masalah tersebut pada teman-teman yang dipercayai, walaupun dia mungkin tidak dapat membantu, tetapi sekurang-kurangnya ia dapat meringankan beban yang kamu tanggung.

5. Bandingkan masalah kita dengan masalah orang lain, mungkin masalah orang lebih besar dari masalah kita, perkara ini juga boleh membuatkan kita lebih tenang ketika menyelesaikan masalah.

PENUTUP

Ujian yang datang juga tandanya Allah sayangkan kita. Jadi ambillah masa untuk menilai diri dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dalam apa jua yang kita lakukan. Lakukanlah untuk mencari ridho Allah. Fikir dengan positif bahawa setiap dugaan datang dari Allah dan pasti ada hikmah yang tersendiri.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

BELAJAR IHKLAS DARI GULA

BELAJAR IHKLAS DARI GULA

 

Kebanyakan dari kita pasti pernah merasakan manisnya gula, tapi tahukah kita meskipun gula itu sering digunakan dalam aneka makanan dan minuman, tapi jasa gula sering kali dilupakan, dan karena gula sering memberi rasa dengan ikhlas maka nilai gula sangatlah tinggi atau mahal harganya. contoh

1. Gula dicampur air dicampur teh, yang disebut adalah teh atau teh manis

2. Gula dicampur kopi dicampur air yang disebut adalah kopi atau kopi manis

3. Gula dicampur kopi dicampur air dicampur moca yang disebut kopi moca

4. Gula dicampur dalam adonan roti kalau sudah jadi disebut roti

Tentu masih banyak lagi contohnya, meskipun gula tidak pernah disebut tapi gula tidak kehilangan kemuliaan, gula tetap saja dicari orang.

Banyak orang yang berusaha melakukan sesuatu dengan berbagai macam cara guna mendapatkan sebuah nama, tak jarang orang ingin agar namanya senantiasa disebut, selalu diperbincangkan, ingin dikenal dan dikenang, Namun banyak diantara mereka yang kecewa karena ketenaran yang dia dapat bersifat sementara, hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan para pahlawan dinegeri ini, mereka bertempur dan tidak memperdulikan kelak dikenang atau tidak, namun para pahlawan namanya tetap saja dikenang, mendapat nilai yang sangat tinggi atas jasanya dulu, yang telah dilakukan dengan ikhlas laksana gula.

Banyak contoh mereka yang ingin mendapat ketenaran dengan menipu masyarakat, berlagak alim, menjadi dermawan dadakan, menjadi orang yang palingi sosial, padahal mereka ingin mengincar jabatan tertentu, dan pada akhirnya banyak diantara mereka yang kecewa dalam permainannya itu, Masuk tahanan, stres bahkan ada yang sampai menjadi gila.

Berbuatlah sesuatu dengan ikhlas dan hanya berharap Ridho Tuhan, janganlah kita berfikir akan menjadi apa dikemudian hari, tapi berbuatlah dan terus berbuat niscaya buah dari hasil kerja keras itu akan bisa kita nikmati, nama kita akan dikenang jika dalam hidup kita melakukan sesuatu dengan ikhlas tanpa pamrih.

 

semoga bermanfaat

 

 

salam 165

99 Menuju Kesempurnaan Iman

 

01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do’a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
43. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerusakan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang Amiiin

by :  Erros Jafar

semoga bermanfaat